Keputusan akhir tentang aspek software di Moto GP masih terus digodok

Halo Speedfreak,

Mengamati jalannya tontonan pengunggah adrenalin seperti MotoGP, memang tidak jarang memicu kemunculan argument-argument dari masing masing penggemar, baik para fans dari masing-masing rider maupun fans dari masing-masing pabrikan. Ada yang sengit, cadas, konyol namun tidak jarang juga cerdas. Sangat lazim tentunya, kali ini peletjepang akan mencoba mengulas Moto GP dari satu perspektif yang cukup signifikan pengaruhnya bagi jalannya kompetisi, apalagi jika bukan aspek elektronik slash software alias perangkat lunak.

Speed freak sekalian, semenjak peraturan di Moto GP menjadi semakin ketat, regulasi berupa engine freeze, unifikasi supplier penyedia ban dalam satu musim et cetera, maka salah satu hal yang masih bisa di develop sementara musim berlangsung diantaranya adalah ranah elektronik slash software. Sebagaiamana dilansir dari Crash(dot)net, ternyata aturan mengenai diberlakukannya penghentian pengembangan di ranah “elektronik slash software” secara internal, yang sesuai pemberitahuan awal akan mulai diterapkan sejak 30 Juni 2015 merupakan salah satu cara untuk berkolaborasi dengan penyelenggara gelaran Moto GP, untuk menciptakan ECU tunggal sebagai persiapan untuk gelaran musim 2016, setidaknya begitu isu yang sedang menghangat.

Kendati demikian masih dari crash(dot)net, yang belum diputuskan adalah apakah si pembuat ECU maupun Dorna sudah memiliki keputusan final tentang term & condition (istilah kita ya semacam syarat & ketentuan berlaku) serta fitur apa yang akan dan tidak akan disertakan dalam ECU yang baru. Artinya, apakah otoritas (dalam hal ini Dorna) akan menetapkan hal hal elektronis yang sangat helpful bagi pembalap akan tetap di setting di level advance, direduksi setingnya menjadi basic, atau benar benar dibebaskan untuk improvisasi. “Dimana masukan dari pembuat ECU teta saja merupakan hal yang sangat berarti bagi kami” demikian seperti diungkapkan oleh Direktur bidang Teknologi Moto GP. Dilanjutkan pula dengan pernyataan “intinya, apakah perlu dipastikan untuk menyertakan segala sesuatu (yang terkait), ataukah masing-masing memiliki hak untuk menyatakan penolakan ”.

Ditambahkan pula “bahwa Kami (Dorna) sangat menginginkan bahwa semua pihak sudah siap untuk menggunakan ECU, baru dan benar-benar menyudahi penggunaan ECU versi lama, kami tidak dapat melarang jika sebagian masih ada yang menggunakan versi lama, namun sebagai pribadi saya berharap bahwa setiap pihak menghormati keputusan dan di seri pertama apa yang sudah menjadi kesepakatan dapat digunakan secara seragam” demikian imbuh pria yang menyandang posisi Director of Technology MotoGP ini.

Well Speedfreak, ternyata masih butuh waktu untuk menyeragamkan apa yang digunakan dalam balapan MotoGP berupa ECU yang sebenarnya adalah persiapan menyongsong musim 2016, apapun hasilnya semoga Moto GP kedepannya menjadi semakin seru.

Advertisements