Merk lokal bertahan dengan karbu, gak masalah.

Tentu tidak luput dari pantauan kita sekalian bahwa sejumlah pabrikan yang dikenal sebagai produsen merk sepeda motor yang konon berasal dari negeri matahari terbit, setidaknya dalam 5 tahun terakhir ini secara tidak langsung sedang berada dalam kancah kompetisi untuk meng –injeksi – kan produk sepeda motor mereka. Begitu ada merk baru siap di launch, penyematan injeksi seolah menjadi atribut yang menjadi  sebuah nilai tambah tersendiri. Lalu bagaimana dengan sejumlah varian yang masih menggunakan mekanisme suplai bahan bakar karburator yang lebih dulu muncul,..?

Jika kita perhatikan pabrikan yang sudah terlanjur punya nama besar, memang lebih leluasa untuk menentukan apakah mekanisme karburasi konvensional tetap akan dipertahankan atau lebih memilih injeksi sebagai bagian dari rencana pengembangan, namun bagi produsen yang ingin mencoba peruntungan legitnya kue market otomotif Nusantara, layak mempertimbangkan untuk tetap bertahan dengan karburator. Bukan tanpa alasan, hal tersebut selain menjadi bagian dari diferensiasi, juga akan menjadi keuntungan tersendiri ketika bergerilya  merambah pangsa pasar di daerah-daerah. Saya tidak mengatakan jika berjualan di daerah, urusan perawatan akan selalu menghantui, namun kita juga tidak bisa mengelak bahwa belum meratanya sebaran service point dan terbatasnya jumlah mekanik yang memahami secara komprehensif tentang bagaimana merawat dan mengatasi kendala pada kendaraan injeksi juga tentu turut andil dalam hal ini.

So, merk baru bermunculan namun belum Injeksi,

Saya kira No problem, at all.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s