Casey Stoner: Broken Scapula + Fractured Tibia

Current reporte from the spectacular race of Suzuki 8 Hours event in Suzuka Circuit Japan, unfortunate update comes from Casey Stoner  Who had his Scapula Broken Plus Fractured Tibia, as he immediately updated status in his facebook account saying

“Well my ‪#‎Suzuka8H‬ ended spectacularly!Stuck Throttle = Broken Scapula + Fractured Tibia and a few more tweaks. Sucks!”, as can be seen in the following picture.

casey

alright Pal, he knew that this gonna take a few weeks for tweaks, of course its not Casey’s expertise to claim that he’s gonna be recovered on that interval. But as his fans, let us hope for the best and quick recovery for Casey.

you did great fellas, get well soon.

to be clear
Tibia is part of the bone structure located somewhere in the legs.
while the Scapula is somewhere around the shoulder bone structure.

the picture tributes to official account od CS 27 on facebook.

cheers.

Keputusan akhir tentang aspek software di Moto GP masih terus digodok

Halo Speedfreak,

Mengamati jalannya tontonan pengunggah adrenalin seperti MotoGP, memang tidak jarang memicu kemunculan argument-argument dari masing masing penggemar, baik para fans dari masing-masing rider maupun fans dari masing-masing pabrikan. Ada yang sengit, cadas, konyol namun tidak jarang juga cerdas. Sangat lazim tentunya, kali ini peletjepang akan mencoba mengulas Moto GP dari satu perspektif yang cukup signifikan pengaruhnya bagi jalannya kompetisi, apalagi jika bukan aspek elektronik slash software alias perangkat lunak.

Speed freak sekalian, semenjak peraturan di Moto GP menjadi semakin ketat, regulasi berupa engine freeze, unifikasi supplier penyedia ban dalam satu musim et cetera, maka salah satu hal yang masih bisa di develop sementara musim berlangsung diantaranya adalah ranah elektronik slash software. Sebagaiamana dilansir dari Crash(dot)net, ternyata aturan mengenai diberlakukannya penghentian pengembangan di ranah “elektronik slash software” secara internal, yang sesuai pemberitahuan awal akan mulai diterapkan sejak 30 Juni 2015 merupakan salah satu cara untuk berkolaborasi dengan penyelenggara gelaran Moto GP, untuk menciptakan ECU tunggal sebagai persiapan untuk gelaran musim 2016, setidaknya begitu isu yang sedang menghangat.

Kendati demikian masih dari crash(dot)net, yang belum diputuskan adalah apakah si pembuat ECU maupun Dorna sudah memiliki keputusan final tentang term & condition (istilah kita ya semacam syarat & ketentuan berlaku) serta fitur apa yang akan dan tidak akan disertakan dalam ECU yang baru. Artinya, apakah otoritas (dalam hal ini Dorna) akan menetapkan hal hal elektronis yang sangat helpful bagi pembalap akan tetap di setting di level advance, direduksi setingnya menjadi basic, atau benar benar dibebaskan untuk improvisasi. “Dimana masukan dari pembuat ECU teta saja merupakan hal yang sangat berarti bagi kami” demikian seperti diungkapkan oleh Direktur bidang Teknologi Moto GP. Dilanjutkan pula dengan pernyataan “intinya, apakah perlu dipastikan untuk menyertakan segala sesuatu (yang terkait), ataukah masing-masing memiliki hak untuk menyatakan penolakan ”.

Ditambahkan pula “bahwa Kami (Dorna) sangat menginginkan bahwa semua pihak sudah siap untuk menggunakan ECU, baru dan benar-benar menyudahi penggunaan ECU versi lama, kami tidak dapat melarang jika sebagian masih ada yang menggunakan versi lama, namun sebagai pribadi saya berharap bahwa setiap pihak menghormati keputusan dan di seri pertama apa yang sudah menjadi kesepakatan dapat digunakan secara seragam” demikian imbuh pria yang menyandang posisi Director of Technology MotoGP ini.

Well Speedfreak, ternyata masih butuh waktu untuk menyeragamkan apa yang digunakan dalam balapan MotoGP berupa ECU yang sebenarnya adalah persiapan menyongsong musim 2016, apapun hasilnya semoga Moto GP kedepannya menjadi semakin seru.

Merk lokal bertahan dengan karbu, gak masalah.

Tentu tidak luput dari pantauan kita sekalian bahwa sejumlah pabrikan yang dikenal sebagai produsen merk sepeda motor yang konon berasal dari negeri matahari terbit, setidaknya dalam 5 tahun terakhir ini secara tidak langsung sedang berada dalam kancah kompetisi untuk meng –injeksi – kan produk sepeda motor mereka. Begitu ada merk baru siap di launch, penyematan injeksi seolah menjadi atribut yang menjadi  sebuah nilai tambah tersendiri. Lalu bagaimana dengan sejumlah varian yang masih menggunakan mekanisme suplai bahan bakar karburator yang lebih dulu muncul,..?

Jika kita perhatikan pabrikan yang sudah terlanjur punya nama besar, memang lebih leluasa untuk menentukan apakah mekanisme karburasi konvensional tetap akan dipertahankan atau lebih memilih injeksi sebagai bagian dari rencana pengembangan, namun bagi produsen yang ingin mencoba peruntungan legitnya kue market otomotif Nusantara, layak mempertimbangkan untuk tetap bertahan dengan karburator. Bukan tanpa alasan, hal tersebut selain menjadi bagian dari diferensiasi, juga akan menjadi keuntungan tersendiri ketika bergerilya  merambah pangsa pasar di daerah-daerah. Saya tidak mengatakan jika berjualan di daerah, urusan perawatan akan selalu menghantui, namun kita juga tidak bisa mengelak bahwa belum meratanya sebaran service point dan terbatasnya jumlah mekanik yang memahami secara komprehensif tentang bagaimana merawat dan mengatasi kendala pada kendaraan injeksi juga tentu turut andil dalam hal ini.

So, merk baru bermunculan namun belum Injeksi,

Saya kira No problem, at all.

YMJet tergusur BlueCore, Honda malah rilis HondaJet.

Kabar menarik datang dari sebuah pabrikan yang berpusat di Jepang dan lebih dikenal dengan manufaktur mesinnya yang kesohor sejagad. Tentu tidak ada yang menampik kedigdayaan HRC di Moto GP yang menghantarkan Si bayi alien MM 93 menjadi juara dunia termuda Moto GP lantas ia genapi pula dengan rengkuhan gelar World Champion nya untuk kali ke-2 berturut-turut di 2014,  setelah membuktikan kualitasnya dan eksistesinya pada gelaran tahun sebelumnya yakni di GP 2013 tentu saja.
Lalu, apakah gerangan yang akan menjadi fokus dari artikel kali ini? well folks Honda selalu menunjukkan kelasnya, dan pabrika ini baru saja merilis aircraft engine berkode GE Honda / HF120 yang dipadukan dengan Honda customized System Avionic, terpasang pada sebuah aircraft bertipe jet pribadi ringan yang juga dimanufaktur langsung oleh Honda, Honda America tepatnya.

Saat kita sedang menyimak Informasi ini wujud dari Aircraft/pesawat jet pribadi ringan milik Honda tersebut sudah ada, dan tentu tidak ditujukan untuk menjadi Kompetitor dari YMJet milik rival honda yang hanya merupakan mekanisme pengabut dan fuel supply di beberapa kendaraan ringan yang kini tidak diketahui kelanjutannya.

further news, well stay tune folks

HondaJet, representasi Tagline “The Power of Dream”

Sebuah kabar menarik datang dari sebuah pabrikan yang bermarkasdi Iwata Jepang dan lebih dikenal dengan manufaktur mesin kesohor M1. Meski demikian tentu ini tidak dimaksudkan menampik kedigdayaan HRC di Moto GP yang menghantarkan Si bayi alien MM 93 menjadi juara dunia termuda Moto GP lantas ia genapi dengan rengkuhan gelar World Champion nya untuk kali ke-2 berturut-turut di 2014, setelah membuktikan kualitasnya pada gelaran tahun sebelumnya GP 2013 tentu saja.
Apakah HRV, atau RCV yang akan menjadi focus dari artikel kali ini?  Bukan. Melainkan engine Honda berkode GE Honda / HF120 yang dipadukan dengan Honda customized System Avionic, pada sebuah aircraft bertipe jet pribadi ringan yang juga dimanufaktur langsung oleh Honda, Honda America tepatnya.
Saat kita sedang menyimak Informasi ini, wujud dari Aircraft/pesawat jet pribadi ringan milik Honda tersebut sudah ada dan sedang menjalani tes kelaikan, dan tentu tidak ditujukan untuk menjadi Kompetitor dari YMJet (meski sama-sama memuat unsur Jet), :p
yang mana YM Jet itu sendiri hanyalah merupakan mekanisme suplai Bahan bakar menuju Combustion chamber yang dirilis oleh Yamaha selaku  kompetitor Honda baik di republik tercinta inimaupun di ajang balapan roda 2  paling bergengsi di Bumi Moto dalam hal ini MotoGP,

bedanya dari HondaJet? Honda Jet itu bakal Calon mini-small Private Jet, pengendara-pengemudinya minimal perlu PPL (Private Pilot License), bahan bakar Avgas.

 

Catatan, kini YM Jet sudah di update yamaha menjadi : Blue Core

CMIIW